Selasa, 12 Maret 2013

Medan Makna

             Medan Makna ( semantic field, semantic domain ) adalah bagian dari sistem semantik bahasa yang menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu dan yang direalisasikan oleh seperangkat unsur leksikal yang maknanya berhubungan. Misalnya, nama-nama warna, nama-nama perabot rumah tangga, nama-nama perkerabatan, istilah pelayaran dan sebagainya yang masing-masing merupakan satu medan makna. Banyaknya unsur leksikal dalam satu medan makna antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain tidak sama besarnya, karena hal tersebut berkaitan erat dengan sistem budaya masyarakat pemilik bahasa itu.
Contoh : Nama-nama warna dalam bahasa Indonesia adalah cokla, merah ; biru, hijau, kuning, dan abu-abu; dalam hal ini putih dan hitam menurut fisika adalah bukan warna. Atau lebih tepat putih adalah kumpulan segala macam warna, sedangkan hitam adalah tidak ada warna sama sekali. Maka, untuk membedakan perbedaan nuansa warna dari nama-nama warna pokok itu biasanya diberi keterangan perbandingan di belakang nama warna itu. Misalnya, merah tua, merah muda, merah hati, dan sebagainya, dengan demikian kebutuhan akan nama pembeda dari warna-warna itu terpenuhi.
                Bahasa Inggris mengenal sebelas nama warna dasar, yaitu white, red, green, yellow, blue, brown, purple, pink, orange, dan grey. Sedangkan nama bahasa Hunanco, salah satu bahasa di Filipina, hanya mengenal empat nama warna, yaitu : (ma) biru 'hitam dan warna gelap lain', (ma) langit 'putih dan warna cerah lain', (ma) rarar 'kelompok warna merah' dan (ma) latuy 'kuning, hijau muda, dan coklat muda.
                Jumlah nama atau istilah perkerabatan juga tidak sama banyaknya antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain dan konsep penamaanya juga berbeda. Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama kakak dan adik, yaitu orang yang lahir dari ibu yang sama. Kalau dalam bahasa Inggris menyebut dengan nama brother and sister. 
                Di dalam buku Thesaurus of English Word and Phrases Classified and Arranged so as to Facilitate the Expression of Ideas and Assist in Literacy Composition oleh Peter Mark Roget ( 1779-1868) terdaftar 1042 kelompok medan makna yang keseluruhannya terdiri dari 250.000 kata dan frase. Namun, dalam studi medan makna ini, seperti yang dilakukan Nida ( 1974 dan 1975), kata-kata biasanya dibagi atas empat kelompok, yaitu kelompok bendaan, kelompok kejadian/peristiwa, kelompok abstrak, dan kelompok relasi.
              Kata-kata atau leksem yang mengelompok dalam satu medan makna, berdasarkan sifat hubungan semantisnya dapat dibedakan atas kelompok medan kolokasi dan medan set. Kolokasi Latin colloco yang berarti ada di tempat yang sama dengan menunjuk pada hubungan sintagmatik yang terdapat antara kata-kata atau unsur-unsur leksikal itu. 
Contoh : Tiang layar perahu nelayan itu patah di hantam badai, lalu perahu itu digulung ombak dan tenggelam beserta segala isinya. Dari kalimat tersebut, kita dapati kata-kata layar, perahu, nelayan, badai, ombak, dan tenggelam yang merupakan kata-kata dalam satu kolokasi, satu tempat atau lingkungan yang sama atau dalam hal ini lingkungan kelautan.
Contoh lain : kata-kata bandara, petugas tiket, pilot, penumpang, pramugari, dan udara berkolokasi dalam pembicaraan tentang pesawat.
             Kalau kolokasi menunjuk pada hubungan sintagmatik karena sifatnya yang linier, maka set menunjuk pada hubungan paradigmatik karena kata-kata atau unsur-unsur yang berada dalam suatu set dapat saling menggantikan. Suatu set biasanya berupa sekelompok unsur leksikal dari kelas yang sama yang tampaknya merupakan satu kesatuan. Setiap unsur leksikal dalam suatu set dibatasi oleh tempatnya dalam hubungan dengan anggota-anggota dalam set tersebut.
Misal, kata remaja merupakan tahap pertumbuhan antara kanak-kanak menjadi dewasa. Sedangkan kata sejuk merupakan suhu diantara dingin dan hangat. Maka, kalau kata-kata yang satu set dengan remaja dan sejuk dibagankan sebagai berikut :
Set                                  bayi                                           dingin
( paradigmatik )               kanak-kanak                             sejuk
                                       remaja                                       hangat
                                       dewasa                                      panas
                                       manula                                       terik

          Pengelompokan kata berdasarkan kolokasi dan set dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai teori medan makna, meskipun makna unsur-unsur leksikal itu sering bertumpang tindih dan batas-batasnya seringkali menjadi kabur. Selain itu, yang disebut makna denotasi dan makna konotasi ; antara makna dasar dari suatu kata atau leksem dengan makna tambahan dari kata itu.
Misalnya, kata remaja dalam contoh di atas hanya menunjuk pada jenjang usia, antara usia 14-17 tahun. Padahal kata remaja juga mengandung pengertian atau makna tambahan belum dewasa, keras kepala, bersifat kaku, suka mengganggu dan membantah, serta mudah berubah-ubah sikap, pendirian, atau pendapat. 
Contoh lain, kata wanita, selain bermakna dasar manusia dewasa berkelamin perempuan, juga memiliki makna tambahan seperti modern, berpendidikan cukup, tidak berkebaya, dan sebagainya.
          Maka dari itu, secara semantik diakui bahwa pengelompokan kata atau unsur-unsur leksikal secara kolokasi dan set hanya menyangkut satu segi makna, yaitu hanya makna dasarnya saja. Sedangkan makna seluruh tiap kata atau unsur leksikal itu perlu dilihat dan dikaji secara terpisah dalam kaitannya dengan penggunaan kata atau unsur leksikal tersebut di dalam pertuturan. Jadi, pengelompokan kata ats medan makna ini hanya bertumpu pada makna dasar, makna denotatif atau makna pusatnya saja.

DAFTAR PUSTAKA :
Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta : Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 2008. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta.

Selasa, 05 Maret 2013

Makna dari sebuah nama

Nama saya Ina Safitri. Saya lahir di Pekanbaru, 11 April 1992. Ketika saya lahir, ayah memberikan saya sebuah nama indah yang memiliki sebuah makna. Kata ayah, nama Ina memiliki arti " kesempurnaan." Sedangkan nama Safitri diambil dari kata "Fitri" yang artinya suci. Jadi, ketika digabung, nama Ina Safitri memiliki makna atau arti " Sebuah kesempurnaan yang lahir di hari yang suci ". 

















Rabu, 20 Februari 2013

Sahabat Sejati

Aku memiliki sahabat bernama Nadiah Try Wulandari. Wulan lahir pada tanggal 28 Maret 1994. Persahabatan kami telah dijalin sejak kita masih kecil. Aku berkenalan dengan Wulan ketika ia bersama ibu, adik dan kedua kakak laki-lakinya pindah di sebelah rumahku .Ketika itu usia ku baru menginjak 7 tahun, sedangkan Wulan berusia 5 tahun. Wulan beserta keluarganya pindah ke tempat dimana aku tinggal ketika beberapa bulan ia kehilangan ayah tercintanya untuk selama-lamanya. Setelah aku mengenal Wulan, aku dengannya menjadi sangat dekat. Kemana-mana kita selalu bersama, bahkan ia sudah ku anggap seperti adik kandung ku sendiri. Wulan memiliki sifat yang sangat baik, ramah dan dapat mengerti akan diriku.
Pada tahun 2011 Wulan dan keluarganya pindah rumah. Walau pindahnya tidak jauh dari rumahku, tapi aku merasa kehilangan, karena aku akan jarang sekali bertemu dengannya. Walau aku dan Wulan masih sesekali akan saling berkunjung ke rumah masing-masing. Cobaan datang menghampiri keluarganya pada tanggal 20 Oktober 2012. Wulan kehilangan kakak laki-laki pertamanya yang meninggal karena sakit yang dideritanya yaitu penyakit paru-paru. Ketika itu ibunya juga menderita penyakit yang sama dengan yang diderita oleh kakaknya itu. Aku merasa sedih melihat apa yang dialami oleh keluarganya. Hanya doa yang dapat aku haturkan untuk ia dan keluarganya dan semangat untuk pantang menyerah yang selalu aku ucapkan kepadanya. Pada tanggal 29 Oktober 2012, tepat 9 hari setelah kepergian kakaknya, ibunya pergi ke pangkuan Ilahi untuk selama-selamanya. Disana aku baru melihat kesedihan mendalam yang ia rasakan, karena Wulan selama ini selalu ceria, terlihat tegar, tidak pernah memperlihatkan apapun yang ia alami kepada siapapun. Wulan menangis tepat dihadapanku karena ia tidak sanggup harus kehilangan dua orang yang sangat ia cintai dalam waktu yang berdekatan. Aku mengatakan bahwa ia tidak sendiri. Ia masih memiliki kakak dan adik. Keluargaku adalah keluarganya juga. Kita sudah seperti keluarga. Orangtua kakak juga orangtua Wulan. Apapun yang Wulan butuhkan, sebisa mungkin kakak akan bantu. 
Kini Wulan hanya tinggal bertiga dengan kakak dan adiknya yang masih duduk di bangku SMP. Sekarang Wulan terlihat lebih tegar dan dapat kembali tersenyum seperti sedia kala, walau aku tahu kesedihan itu tidak akan pernah hilang dan terobati. Kakak berjanji akan selalu ada untuk Wulan hingga kapanpun, karena kakak menyayangi Wulan lebih dari apapun di dunia ini.
Tetap semangat Wulan. Sahabat sejatiku yang tidak akan pernah terpisahkan hingga kapanpun :))



Selasa, 13 Maret 2012

TUGAS MORFOLOGI LANJUT


TUGAS MORFOLOGI LANJUT
BAHASA AGTA ( BAHASA FILIPINA)

1./takki/’kaki’/taktakki/’banyak kaki’
* Rumus Autosegmental*
1. Representasi Dalaman (Input)
 k v k k v   +    k v  k k v                         Tingkat Skeletal

                    t   a  k k  i                         Tingkat Melodi ( tinggi rendahnya nada)
2. Pengulangan Melodi (Pengulangan tinggi rendahnya nada)
 k v k k v   +   k v k k v                             Tingkat Skeletal






 
  t  a k k i         t a k   k  i                           Tingkat Melodi
Pengulangan disini dimaksudkan, kata takki diulang menjadi takki-takki atau dalam bahasa Indonesia berarti kaki-kaki.
3. Pengguguran Segmen
Pengguguran segmen maksudnya ialah ada sebagian suku kata yang harus digugurkan atau dihilangkan.
 k  v  k k v   +  k v k k v                            Tingkat Skeletal


 
  t  a k k i           t  a  k  k i                         Tingkat Melodi
Jadi, kata takki-takki jika kata “ki” (kv) nya digugurkan, menjadi “taktakki”.
4. Output
k  v  k           +  k v  k k v                           Tingkat Skeletal

t    a k               t   a  k  k i                           Tingkat Melodi
Kata pertama diambil dari suku kata pertama yaitu kata “tak”, dan yang kedua diambil sari keseluruhan katanya “takki”. Jadi, tingkat outputnya menjadi “tak-takki”.
2./bari/’badan’/barbari/’seluruh badan’
*Rumus Autosegmental*
1.Representasi Dalaman (Input)
k  v  k  v    +   k  v  k  v                             Tingkat Skeletal

                       b  a   r   i                               Tingkat Melodi ( Tinggi rendahnya nada)
2. Pengulangan Melodi ( Pengulangan tinggi rendahnya nada)
k  v  k  v    +  k  v  k  v                               Tingkat Skeletal

b  a   r   i       b    a  r  i                                 Tingkat Melodi
Pengulangan disini maksudnya kata “bari” terjadi proses pengulangan menjadi “bari-bari” atau dalam bahasa Indonesia yang berarti badan.
3.  Pengguguran Segmen
Pengguguran Segmen disini dimaksudkan ialah ada sebagian kata yang hrus dihilangkan.
k v k v  + k  v k  v                                   Tingkat Skeletal

b   a r  i    b   a r  i                                    Tingkat Melodi
Dalam pengguguran segmen disini yang digugurkan adalah suku kata akhirnya yaitu i (vokalnya), dan menjadi “barbari”
4. Output
k v k  + k v k v                                         Tingkat Skeletal

b a   r    b  a r  i                                           Tingkat Melodi
Karena telah terjadi pengguguran segmen, maka kata pertama diambil dari kata bar dan yang kedua diambil dari keseluruhan katanya yaitu “bari”. Jadi outputnya menjdi “barbari”.
3. /na-wakay/’hilang’/na-wakwakay/’banyak benda hilang’
*Rumus Autosegmental*
1. Representasi Dalaman (Input)
k v k v k   +  k  v  k  v k                            Tingkat Skeletal

                      w a  k a y                              Tingkat Melodi (tinggi rendahnya nada)
2. Pengulangan Melodi
k v k v k  + k v k v k                                   Tingkat Skeletal


w a  k a y    w a  k a  y                                 Tingkat Melodi 
Kata “wakay” disini mendapatkan pengulangan menjadi “wakay-wakay”.
3. Pengguguran Segmen
 k v k v k  +  k  v  k v k                                  Tingkat Skeletal

w a  k a y      w a   k  a y                                Tingkat Melodi
Pengguguran segmen disini maksudnya yaitu ada sebagian kata yang harus digugurkan atau dihilangkan yaitu suku kata kedua “ay” (vk). Maka menjadi “wakwakay”.
4. Output
k  v  k  +  k v  k  v  k                                     Tingkat Skeletal

w a   k      w a k  a y                                      Tingkat Melodi
Karena telah terjadi pengguguran segmen, maka outputnya diambil dari suku kata pertama yaitu “wak” (kvk), dan diambil dari keseluruhan katanya “wakay”. Hingga menjadi “wakwakay”.